Jejak Bakti di Tanah Leluhur: Mahasiswa KKN STAI Al-Hamidiyah "Hidupkan" Kembali Kesakralan Makam Sesepuh Alas Rajeh



ALAS RAJAH – Di bawah langit cerah Sabtu pagi, suasana di Kampung Gin Laok, desa Alas Rajeh, terasa berbeda dari biasanya. Suara gesekan arit dengan rumput liar dan denting alat pertukangan memecah keheningan di area pemakaman Bujuk Buker. Di sana, puluhan pemuda yang tergabung dalam Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STAMIDIYA Kelompok 1 sedang menorehkan cerita pengabdian yang tak biasa.

​Bukan sekadar menggugurkan kewajiban program kampus, para mahasiswa ini memilih untuk "menyentuh" akar sejarah desa dengan melakukan renovasi, pembersihan, hingga penggantian nisan pada makam para sesepuh desa pada hari Minggu, 18 Januari 2026.

Bujuk Buker bukan sekadar deretan nisan bagi warga Desa Alas Rajeh. Ia adalah simbol sejarah, tempat peristirahatan para leluhur yang telah meletakkan batu pertama peradaban sosial di desa tersebut. Menyadari hal itu, Mahasiswa KKN STAMIDIYA Kelompok 1 hadir untuk memastikan bahwa tempat yang sakral tersebut tetap terawat dan terhormat.

Kegiatan dimulai tepat pukul 08.00 WIB. Tanpa rasa canggung, para mahasiswa bersama warga setempat bahu-membahu membersihkan area pemakaman dari semak belukar dan sampah yang ada disekitar makam bujuk Bunker.

Yang membuat aksi ini istimewa adalah inisiatif mahasiswa untuk mengganti nisan yang telah rusak dimakan usia. Beberapa makam sesepuh yang sebelumnya sulit dikenali karena nisannya yang pecah atau tertimbun tanah, kini kembali bersinar.

Proses penggantian nisan dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Mahasiswa tidak hanya bekerja secara fisik, tetapi juga mengikuti protokol adat dan etika setempat. Setiap nisan yang dipasang adalah bentuk janji bahwa generasi muda tidak akan melupakan jasa para pendahulu.Kehadiran mahasiswa di area pemakaman ini memancing rasa haru dari masyarakat Kampung Gin Laok. Warga tak menyangka, anak-anak muda yang datang dari bangku perkuliahan mau mengotori tangan mereka untuk merawat makam leluhur desa.

"Biasanya mahasiswa KKN fokus di kantor desa atau sekolah. Tapi mereka ini beda, mereka mau peduli pada sejarah kami, pada leluhur kami. Ini sangat menyentuh hati," ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat dengan nada bangga.

Bagi para mahasiswa, pengalaman di Bujuk Buker adalah "kelas kehidupan" yang sesungguhnya. Salah satu perwakilan mahasiswa menuturkan bahwa kegiatan ini memberikan pelajaran moral yang tidak didapatkan di ruang kuliah.

"Kami ingin meninggalkan jejak yang tidak hanya terlihat di mata, tapi terasa di hati. Merawat makam sesepuh adalah cara kami berterima kasih kepada desa ini. Kami belajar bahwa sebelum membangun masa depan, kita harus menghormati masa lalu," ujar Ilham, salah satu anggota kelompok.

Kini, area makam Bujuk Buker tampak jauh lebih rapi, asri, dan nyaman. Pemandangan nisan-nisan baru yang tertata rapi menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong antara mahasiswa dan warga masih sangat kental.

Melalui aksi ini, KKN STAMIDIYA Kelompok 1 telah membuktikan bahwa pengabdian masyarakat adalah tentang dedikasi, penghormatan, dan keberanian untuk turun langsung ke lapangan demi kemaslahatan bersama.


Penulis   : Tim IT Kelompok 01

Lokasi    : Desa Alas Rajah

Posting Komentar

0 Komentar