Langkah ini diambil oleh Divisi Ekonomi sebagai upaya mandiri dalam memperkuat stabilitas finansial kelompok. Alih-alih hanya mengandalkan iuran, mereka memilih jalan berwirausaha dengan memanfaatkan bahan baku lokal. Produk olahan pepaya ini dikemas dengan apik dalam plastik klip transparan, memudahkan para siswa untuk menikmatinya sambil beraktivitas di sekolah.
Dedikasi ini membuahkan hasil manis. Sejak bungkusan pertama dikeluarkan dari tas jinjing berwarna merah, para siswa langsung berkerumun dengan rasa penasaran yang tinggi. Tak butuh waktu lama, produk tersebut dinyatakan habis terjual atau sold out.
Keberhasilan ini bukan sekadar soal angka penjualan, melainkan tentang testimoni kepuasan pembeli. Tekstur dan rasa unik dari olahan pepaya ini ternyata sangat cocok dengan selera warga sekolah. Bahkan, banyak dari siswa dan dewan guru yang merasa kecewa karena tidak kebagian produk pada sesi hari ini.
Melihat tingginya peminat produk tersebut, Divisi Ekonomi dengan sigap membuka sistem Pre-Order (PO). Langkah taktis ini diambil untuk mengakomodasi permintaan yang membludak, sekaligus memastikan perputaran uang kas kelompok tetap berjalan secara berkelanjutan.
"Kami benar-benar tidak menyangka sambutannya akan sehangat ini. Awalnya kami hanya berniat jualan kecil-kecilan untuk menambah kas, tapi melihat antusiasme adik-adik dan para guru yang bahkan langsung memesan untuk hari berikutnya, kami merasa sangat terapresiasi," ungkap Nurul, anggota Divisi Ekonomi.
Kegiatan ini membuktikan bahwa dengan inovasi yang tepat, bahan pangan sederhana bisa menjadi produk unggulan. Melalui "proyek kecil" di SDN Alas Rajah 02 ini, Kelompok 01 tidak hanya berhasil mengisi pundi-pundi kas mereka, tetapi juga memberikan edukasi nyata mengenai pentingnya kewirausahaan dan penguatan ekonomi kreatif di tingkat sekolah.
Dengan semangat yang membara, Kelompok 01 berkomitmen untuk terus menjaga kualitas produk dan pelayanan demi memenuhi pesanan yang kini mulai mengantre.
Penulis : Tim IT Kelompok 01
Lokasi : Desa Alas Rajah


0 Komentar