ALAS RAJAH - Dalam upaya mewujudkan kedaulatan pangan dan kemandirian petani di lokasi pengabdian, Kelompok 01 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hamidiyah menggelar pelatihan teknis pembuatan Pupuk Organik Cair (POC). Kegiatan ini diperkuat dengan kehadiran dan bimbingan langsung dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang melakukan supervisi intensif di lapangan.
Kunjungan ini bukan sekadar monitoring rutin, melainkan menjadi momentum transfer pengetahuan yang krusial. Fokus utamanya adalah membekali mahasiswa dengan keahlian teknis untuk mengolah limbah rumah tangga dan sisa hasil pertanian menjadi nutrisi tanaman yang bernilai ekonomis tinggi.
Bimbingan ini berangkat dari kegelisahan akan tingginya biaya pupuk kimia dan masalah sampah organik yang belum terkelola dengan baik di wilayah tersebut.
Antusiasme mahasiswa terlihat dari banyaknya interaksi saat praktik berlangsung. Mereka mengamati secara detail setiap tahapan, mulai dari pencacahan bahan baku hingga teknik pengemasan produk agar tetap stabil.
Sejalan dengan visi STAI Al-Hamidiyah dalam pengabdian masyarakat, program ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Melalui metode ini, mahasiswa diarahkan tidak hanya menjadi "pemberi bantuan", tetapi sebagai fasilitator yang bekerja bersama warga.
"Kekuatan utama dari metode PAR adalah partisipasi aktif. Mahasiswa didorong untuk melakukan riset aksi, yakni melihat masalah, bertindak, dan mengevaluasi bersama masyarakat. Jadi, pembuatan POC ini bukan sekadar tugas KKN yang selesai saat mereka pulang, melainkan menjadi keterampilan yang menetap di desa ini," ujar sang DPL di sela-sela bimbingan.
Selain aspek lingkungan, pemberdayaan ini memiliki dimensi ekonomi yang kuat. Dengan memproduksi pupuk sendiri, diharapkan petani lokal dapat menekan biaya operasional pertanian secara signifikan. Mahasiswa juga dibekali kemampuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai cara pemasaran atau pengemasan jika POC tersebut nantinya diproduksi dalam skala komersial oleh BUMDes atau kelompok tani setempat.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan ini ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut (RTL). Mahasiswa Kelompok 01 berkomitmen untuk terus mendampingi warga dalam memonitor hasil fermentasi pupuk hingga siap diaplikasikan ke lahan pertanian milik warga dalam 2 minggu ke depan.
Penulis : Tim IT Kelompok 01
Lokasi : Desa Alas Rajah

0 Komentar